Geliat Para Pencari Ilmu
“Janganlah kamu mencari ilmu
dengan kemewahan dan kekayaan diri. Dengan begitu niscaya
kau akan menjadi orang yang beruntung. Barangsiapa mencari ilmu dengan
kerendahan diri,
kesulitan hidup dan takdzim kepada guru maka
ia akan lebih sukses dan beruntung"
“Ilmu hanya bisa direngkuh dengan
kesabaran menghadapi kehinaan"
-Al Majmu Imam Nawawi-
Mencari
ilmu memang perjuangan yang sangat berat. Terlebih jika kita menginginkan
keberkahan
senantiasa menyertai ilmu kita. Tak heran jika Allah mensejajarkan para pencari
ilmu
dengan
pejuang yang tengah berjuang di medan perang/syuhada. Akan tetapi kesucian para
pencari
ilmu banyak dikotori oleh para perilaku para pencari ilmu itu sendiri. Mereka
seakan
lupa
derajat-derajat yang akan Allah berikan kepada mereka jikalau mereka berhasil
meraih
ilmunya.
Mencari ilmu dengan penuh kecurangan dan perilaku yang tidak mencerminkan
sebagaimana
pencari ilmupun bisa menodai kesucian mencari ilmu dan ilmu yang kan ia dapat.
Ilmu
hanya bisa diraih dengan kesabaran, keikhlasan, keseriusan, kebulatan tekad dan
keteguhan
menghadapi berbagai macam rintangan yang menerjang. Tanpa itu seseorang pencari
ilmu
pasti tidak akan pernah bisa mendapat ilmu yang ia cari. Sekalipun ia
berhasilpun pasti
ilmu
yang ia peroleh hanyalah sebagai pemuas duniawi. Banyak figur yang mereka
mendapat ilmu
hanya
sebagai pemuas nafsu duniawinya saja dan sebagai status kehormatan. Seperti
salah satu
contohnya
adalah para koruptor. Mereka merupakan golongan kaum berilmu akan tetapi hina
dengan
ilmunya sendiri karena kebiadaban perilaku mereka.
Perihnya
mencari ilmu memang merupakan tantangan tersendiri. Seperti syair Muzhaffar
al-Abiwardi
yang menggambarkan kesulitannya dalam mencari ilmu.
“Kujalani
waktu dengan sangat berat, akan tetapi ia tak tahu bahwa aku akan tegar.
Pelbagai peristiwa zaman
yang berat tak sanggup menggoyahkanku.
Dengan pongah
sang waktu memperlihatkan
kepadaku bagaimana ia menggempurku
akan tetapi, aku
perlihatkan kepadanya
bagaimana aku menangkisnya dengan kesabaranku.”
-Muzhaffar Al-Abiwardi-
Penderitaan
dalam mencari ilmu dapat membuktikan siapa diantara kita yang memang layak
untuk
mendapatkan ilmu, siapa diantara kita yang memang kuat menghadapi cobaan, siapa
diantara
kita yang memiliki tekad sekeras baja, siapa lawan dan kawan kita sebenarnya.
“Semoga Allah mencurahkan karunia
kepada penderitaanku, walaupun penderitaan itu
sampai mencekik tenggorokan. Pujianku kepada
penderitaan bukan karena bersyukur
atas keberadaannya, akan
tetapi dengannya aku bisa mengetahui mana lawan mana kawan.”
-Ahmad bin Umar Al-Muzajjad as Zabidi-
Begitulah
sepenggalan syair yang menggambarkan betapa perihnya mencari ilmu. Akan tetapi,
seperih
apapun kita harus bisa melaluinya dengan terus bersabar, ikhtiar dan fokus
menatap
masa
depan. Insyallah ilmu yang kita cari pasti kan kita dapat dengan penuh
keberkahan dan manfaat.
Penderitaan mencari ilmu akan sirna jika kita
benar-benar ikhlas bersabar menghadapi
semua
kesengsaraan yang mendera. Manisnya mencari ilmu akan begitu terasa
dibandingkan
dengan
kesengsaraan yang menghampiri.
“Barangsiapa yang bercita-cita
luhur, maka apapun yang dijumpainya selama proses menuju
cita-cita akan terasa begitu menyenangkan"
Seperti
kisah Hadaratus Syekh Abdul Qadir Jaelani yang sangat gigih dalam menuntut
ilmu.
Bahkan kemiskinan dan rasa lapar yang seringkali menghampirinya dan tak sanggup
untuk
mematahkan
kegigihannya. Mata batinnya hanya menatap kelezatan menuntut ilmu. Usahanya
ternyata
tidak sia-sia. Berkat kegigihan dan keuletannya, ia akhirnya menjadi ulama
tersohor,
figur
yang banyak mendengar hadis Rasullullah SAW.
Figur ilmu yang bermanfaat laksana
bulan purnama di malam yg kelam. Ia mampu
menerangi
berjuta-juta kaum dengan sinar ilmunya. Ia laksana oase di tengah padang pasir.
Sebagai
pemuas dahaga ditengah cekikan kekeringan yang mendera. Ia laksana embun di
pagi
hari
yang begitu menyegarkan. Begitulah jika ilmu yang kita peroleh bisa berkah dan
bermanfaat
bagi
kehidupan. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa dianugrahi ilmu yang
bermanfaat
oleh
Sang Maha pemilik ilmu. Amiiin allahuma amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar