Pharmacist Moslem

Pharmacist Moslem

Rabu, 04 Desember 2013

Seklumit Nasehat Untuk Pencari Ilmu



Geliat Para Pencari Ilmu

“Janganlah kamu mencari ilmu dengan kemewahan dan kekayaan diri. Dengan begitu niscaya
  kau akan menjadi orang yang beruntung. Barangsiapa mencari ilmu dengan kerendahan diri,
 kesulitan hidup dan takdzim kepada guru maka ia akan lebih sukses dan beruntung"
“Ilmu hanya bisa direngkuh dengan kesabaran menghadapi kehinaan"
                                                                                                         -Al Majmu Imam Nawawi-
            Mencari ilmu memang perjuangan yang sangat berat. Terlebih jika kita menginginkan
keberkahan senantiasa menyertai ilmu kita. Tak heran jika Allah mensejajarkan para pencari ilmu 
dengan pejuang yang tengah berjuang di medan perang/syuhada. Akan tetapi kesucian para
pencari ilmu banyak dikotori oleh para perilaku para pencari ilmu itu sendiri. Mereka seakan
lupa derajat-derajat yang akan Allah berikan kepada mereka jikalau mereka berhasil meraih
ilmunya. Mencari ilmu dengan penuh kecurangan dan perilaku yang tidak mencerminkan 
sebagaimana pencari ilmupun bisa menodai kesucian mencari ilmu dan ilmu yang kan ia dapat.
            Ilmu hanya bisa diraih dengan kesabaran, keikhlasan, keseriusan, kebulatan tekad dan
keteguhan menghadapi berbagai macam rintangan yang menerjang. Tanpa itu seseorang pencari
ilmu pasti tidak akan pernah bisa mendapat ilmu yang ia cari. Sekalipun ia berhasilpun pasti 
ilmu yang ia peroleh hanyalah sebagai pemuas duniawi. Banyak figur yang mereka mendapat ilmu
hanya sebagai pemuas nafsu duniawinya saja dan sebagai status kehormatan. Seperti salah satu
contohnya adalah para koruptor. Mereka merupakan golongan kaum berilmu akan tetapi hina
dengan ilmunya sendiri karena kebiadaban perilaku mereka.
            Perihnya mencari ilmu memang merupakan tantangan tersendiri. Seperti syair Muzhaffar
al-Abiwardi yang menggambarkan kesulitannya dalam mencari ilmu.
 Kujalani waktu dengan sangat berat, akan tetapi ia tak tahu bahwa aku akan tegar.  
  Pelbagai peristiwa zaman yang berat tak sanggup menggoyahkanku. Dengan pongah 
  sang waktu memperlihatkan kepadaku bagaimana ia menggempurku akan tetapi, aku 
  perlihatkan kepadanya bagaimana aku menangkisnya dengan kesabaranku.”
                                                                                                -Muzhaffar Al-Abiwardi-
Penderitaan dalam mencari ilmu dapat membuktikan siapa diantara kita yang memang layak
untuk mendapatkan ilmu, siapa diantara kita yang memang kuat menghadapi cobaan, siapa
diantara kita yang memiliki tekad sekeras baja, siapa lawan dan kawan kita sebenarnya.
“Semoga Allah mencurahkan karunia kepada penderitaanku, walaupun penderitaan itu  
 sampai mencekik tenggorokan. Pujianku kepada penderitaan bukan karena bersyukur
 atas keberadaannya, akan tetapi dengannya aku bisa mengetahui mana lawan mana kawan.”
                                                                            -Ahmad bin Umar Al-Muzajjad as Zabidi-
Begitulah sepenggalan syair yang menggambarkan betapa perihnya mencari ilmu. Akan tetapi,
seperih apapun kita harus bisa melaluinya dengan terus bersabar, ikhtiar dan fokus menatap 
masa depan. Insyallah ilmu yang kita cari pasti kan kita dapat dengan penuh keberkahan dan manfaat.
             Penderitaan mencari ilmu akan sirna jika kita benar-benar ikhlas bersabar menghadapi
semua kesengsaraan yang mendera. Manisnya mencari ilmu akan begitu terasa dibandingkan
dengan kesengsaraan yang menghampiri.
“Barangsiapa yang bercita-cita luhur, maka apapun yang dijumpainya selama proses menuju
  cita-cita akan terasa begitu menyenangkan"
            Seperti kisah Hadaratus Syekh Abdul Qadir Jaelani yang sangat gigih dalam menuntut
ilmu. Bahkan kemiskinan dan rasa lapar yang seringkali menghampirinya dan tak sanggup untuk
mematahkan kegigihannya. Mata batinnya hanya menatap kelezatan menuntut ilmu. Usahanya
ternyata tidak sia-sia. Berkat kegigihan dan keuletannya, ia akhirnya menjadi ulama tersohor,
figur yang banyak mendengar hadis Rasullullah SAW.
            Figur ilmu yang bermanfaat laksana bulan purnama di malam yg kelam. Ia mampu
menerangi berjuta-juta kaum dengan sinar ilmunya. Ia laksana oase di tengah padang pasir.
Sebagai pemuas dahaga ditengah cekikan kekeringan yang mendera. Ia laksana embun di pagi
hari yang begitu menyegarkan. Begitulah jika ilmu yang kita peroleh bisa berkah dan bermanfaat 
bagi kehidupan. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa dianugrahi ilmu yang bermanfaat 
oleh Sang Maha pemilik ilmu. Amiiin allahuma amin... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar